Selasa, 15 Maret 2011

DARI MEREKA BUAT SAYA



AIR MATA DI HARI KEBAHAGIAAN

Oleh: Onapip




            Jam menunjukkan pukul 06.30, dan Annisa sedang melangkahkan kakinya ke kelasnya.
            “Happy Birthday Icca!!”, kata teman-teman sekelasnya begitu Annisa masuk ke dalam kelas, yang kemudian dilanjutkan dengan nyanyian lagu ‘Happy Birthday’ oleh teman-teman sekelasnya.
            “Wah, makasih ya. Aku nggak nyangka kalian inget sama ulang tahunku”, kata Annisa.
            “Kayaknya bakal makan-makan nih”, kata Dony nyeletuk.
            “Iya Ca, traktir dong”, kata Bella.
            “Hmm, okedeh. Ntar waktu pulang sekolah aku traktir nonton di PIM. Mau nggak?”, tanya Annisa.
            “Mau dooong”, sahut teman- teman sekelasnya.
            Jam menunjukkan pukul 13.00, berarti sudah waktunya bagi murid SMPN 666 Palembang pulang.
            “Nah Ca, udah pulang nih. Waktunya traktirrr.”, kata Dony dengan tidak sabar.
            “Kita pulang dulu, ganti baju, terus ketemuan di PIM jam 2, oke!”, kata Annisa.
            “Ca, bukannya kamu ada latihan Jambore Ranting hari ini?”, tanya Sarah
            “Udah, lupain dulu tentang latihan. Kan nraktir ulang tahun cuma setahun sekali.” jawab Annisa dengan entengnya.
            “Iya juga”, kata Sarah.
            Sejam kemudian, mereka sudah ada di bioskop 21 PIM, menonton Eclipse. Saat sedang menikmati tontonan, tiba-tiba handphone Annisa berdering.
            “Tululululut”
            “Halo”, kata Annisa
            “Icca, kenapa kamu nggak ikut latihan?”, kata Rendy, Pembina Jambore Ranting.
            “Kamu nyadar gak, kamu itu pemimpin regu, tapi malah nggak datang latihan! Mana rasa tanggung jawabmu hah! Kakak nggak mau tahu, pokoknya kamu datang kesini latihan sekarang juga!”, kata Rendy berapi-api.
            “Kak, baru kali ini Icca nraktir temen-temen waktu ultah. Coba ngerti dikit lah kak.”, jawab Annisa dengan terisak-isak sembari mematikan handphone-nya.
            Sepanjang film itu, yang dilakukan Annisa hanya menangis, karena memikirkan ucapan Rendy tadi.
            “Sudah ya teman, aku pulang duluan. Bye.”, kata Annisa.
            “Bye”, jawab teman-temannya.
            Keesokan harinya, Annisa hanya termenung di kelas, sangat berbeda dari kepribadiannya yang ceria. Bahkan, teman-temannya pun tak bisa menghiburnya. Hal itu terus berlangsung sampai bel pulang berbunyi.
            “Icca, dicari Kak Rendy.”, teriak Sarah dari depan pintu kelas.
            Annisa pun berjalan dengan gontai ke luar kelas.
            “Kenapa kak?”, tanya Annisa dengan lesu.
            “Umm, maafin kakak karena yang kemarin, ya. Kakak terlalu berapi-api karena kamu bolos latihan, padahal baru sekali.”, kata Rendy.
            “.....Iya kak, Icca maafin.”, kata Annisa.
            “Baguslah. Nah, ayo sekarang latihan lagi.”, kata Rendy.
            “Siap kak!”, sahut Annisa.


Cerita di atas sebenernya cuman karangan semata dari seorang temen SD gua yang sampe sekarang Alhamdulillah masih jadi temen gua. 75% dari ceritanya itu memang cerita asli dari sang pemiliki yang memiliki wajah ayu rupawan nan santun ini, yaitu Raden Ayu Annisa Mutiara Kalpika Kusumawardana Broto Hardjono Moedayat Surya Diningrat *LOL*
“Kemana 25%nya?” “25%nya di jual buat bayar SPP anak.” “??? -_____-“ #abaikan
Ya jadi, cerita ini sebenernya moment yang paling berkesan dalam hidup gua dimana itu kali pertama gua menangis tersedu-sedu di dalam bioskop 21, theater...*lupa* bersama mentri-mentri Kabinet Bersatu Ayo Maju Indonesiaku I love You.
Ya, ini cuman cerita sederhana, untuk lebih lengkapnya kapan-kapan bakal gua post. Penasaran? Tunggu aja sob



SALAM DAMAI \m/ 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar