AIR MATA DI HARI KEBAHAGIAAN
Oleh: Onapip
Jam
menunjukkan pukul 06.30, dan Annisa sedang melangkahkan kakinya ke kelasnya.
“Happy
Birthday Icca!!”, kata teman-teman sekelasnya begitu Annisa masuk ke dalam
kelas, yang kemudian dilanjutkan dengan nyanyian lagu ‘Happy Birthday’ oleh
teman-teman sekelasnya.
“Wah,
makasih ya. Aku nggak nyangka kalian inget sama ulang tahunku”, kata Annisa.
“Kayaknya
bakal makan-makan nih”, kata Dony nyeletuk.
“Iya Ca,
traktir dong”, kata Bella.
“Hmm,
okedeh. Ntar waktu pulang sekolah aku traktir nonton di PIM. Mau nggak?”, tanya
Annisa.
“Mau
dooong”, sahut teman- teman sekelasnya.
Jam
menunjukkan pukul 13.00, berarti sudah waktunya bagi murid SMPN 666 Palembang
pulang.
“Nah Ca,
udah pulang nih. Waktunya traktirrr.”, kata Dony dengan tidak sabar.
“Kita
pulang dulu, ganti baju, terus ketemuan di PIM jam 2, oke!”, kata Annisa.
“Ca,
bukannya kamu ada latihan Jambore Ranting hari ini?”, tanya Sarah
“Udah,
lupain dulu tentang latihan. Kan nraktir ulang tahun cuma setahun sekali.”
jawab Annisa dengan entengnya.
“Iya juga”,
kata Sarah.
Sejam
kemudian, mereka sudah ada di bioskop 21 PIM, menonton Eclipse. Saat
sedang menikmati tontonan, tiba-tiba handphone Annisa berdering.
“Tululululut”
“Halo”,
kata Annisa
“Icca,
kenapa kamu nggak ikut latihan?”, kata Rendy, Pembina Jambore Ranting.
“Kamu
nyadar gak, kamu itu pemimpin regu, tapi malah nggak datang latihan! Mana rasa
tanggung jawabmu hah! Kakak nggak mau tahu, pokoknya kamu datang kesini latihan
sekarang juga!”, kata Rendy berapi-api.
“Kak, baru
kali ini Icca nraktir temen-temen waktu ultah. Coba ngerti dikit lah kak.”,
jawab Annisa dengan terisak-isak sembari mematikan handphone-nya.
Sepanjang
film itu, yang dilakukan Annisa hanya menangis, karena memikirkan ucapan Rendy
tadi.
“Sudah ya
teman, aku pulang duluan. Bye.”, kata Annisa.
“Bye”,
jawab teman-temannya.
Keesokan
harinya, Annisa hanya termenung di kelas, sangat berbeda dari kepribadiannya
yang ceria. Bahkan, teman-temannya pun tak bisa menghiburnya. Hal itu terus
berlangsung sampai bel pulang berbunyi.
“Icca,
dicari Kak Rendy.”, teriak Sarah dari depan pintu kelas.
Annisa pun
berjalan dengan gontai ke luar kelas.
“Kenapa
kak?”, tanya Annisa dengan lesu.
“Umm,
maafin kakak karena yang kemarin, ya. Kakak terlalu berapi-api karena kamu
bolos latihan, padahal baru sekali.”, kata Rendy.
“.....Iya
kak, Icca maafin.”, kata Annisa.
“Baguslah.
Nah, ayo sekarang latihan lagi.”, kata Rendy.
“Siap
kak!”, sahut Annisa.
Cerita di atas sebenernya cuman karangan semata dari seorang
temen SD gua yang sampe sekarang Alhamdulillah masih jadi temen gua. 75% dari
ceritanya itu memang cerita asli dari sang pemiliki yang memiliki wajah ayu rupawan
nan santun ini, yaitu Raden Ayu Annisa Mutiara Kalpika Kusumawardana Broto
Hardjono Moedayat Surya Diningrat *LOL*
“Kemana 25%nya?” “25%nya di jual buat bayar SPP anak.” “??? -_____-“
#abaikan
Ya jadi, cerita ini sebenernya moment yang paling berkesan
dalam hidup gua dimana itu kali pertama gua menangis tersedu-sedu di dalam
bioskop 21, theater...*lupa* bersama mentri-mentri Kabinet Bersatu Ayo Maju
Indonesiaku I love You.
Ya, ini cuman cerita sederhana, untuk lebih lengkapnya
kapan-kapan bakal gua post. Penasaran? Tunggu aja sob
SALAM DAMAI \m/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar